PEMANTAPAN MUTU

 

1) Pemantapan Mutu

Kegiatan Pemantapan Mutu yang dilaksanakan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya meliputi :


1. Pemantapan Mutu Internal

Pemantapan Mutu Internal adalah kegiatan pencegahan dan pengawasan yang dilaksanakan oleh masing-masing laboratorium secara terus menerus untuk menjamin kualitas hasil pemeriksaan.


Pemantapan Mutu Internal telah dilaksanakan secara rutin di seluruh ruang lingkup pemeriksaan/pengujian pada masing-masing Instalasi (Patologi, Imunologi, Mikrobiologi, Bakteriologi Sanitasi, Virologi, Kimia Kesehatan dan Media Reagensia).


2. Pemantapan Mutu Eksternal ( PME )

Pemantapan Mutu Eksternal adalah kegiatan yang diselenggarakan secara periodik oleh pihak lain diluar laboratorium yang bersangkutan untuk memantau dan menilai penampilan suatu laboratorium dalam pemeriksaan tertentu.


Penyelenggaraan kegiatan Pemantapan Mutu Eksternal dilaksanakan oleh pihak pemerintah, swasta atau internasional.


BBLK Surabaya selain berperan sebagai penyelenggara juga sebagai peserta dalam kegiatan Pemantapan Mutu Eksternal.


A. Sebagai Penyelenggara PME :


1) PME Tingkat Regional :

· PME-Regional Hemoglobin (bahan hemolysat)

Pelaksanaan 2 siklus


· PME-Regional Kimia Klinik

Parameter : Albumin, Total Protein, Kolesterol, Trigliserida, Uric Acid, SGOT, SGPT, Glukosa, Kreatinin & Blood Urea Nitrogen.

Pelaksanaan 2 siklus.


· PME-Regional Urinalisis

Parameter : Berat Jenis, pH, Keton, Protein/Albumin, Glukosa, Bilirubin dan Tes Kehamilan.

Pelaksanaan 2 siklus


· PME Telur Cacing

Pelaksanaan 2 siklus dengan 100 peserta


· PME Mikroskopis Malaria

Pelaksanaan 2 siklus


· PME-Regional HIV

Pelaksanaan 2 siklus


2) PME Tingkat Nasional

· PNPME Imunologi, dengan parameter = VDRL, HBsAg, Anti HCV dan Anti HIV.


· PNPME Kimia Air, dengan parameter : Cr, Cd dan Fe.


· PNPME Kimia Air Terbatas, dengan parameter : Fe dan Mn


· Selain sebagai penyelenggara juga sebagai Laboratorium Rujukan


Untuk PME Tingkat Nasional, seluruh evaluasi PME dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.

 


B. Sebagai Peserta PME :


1) PME Nasional :

a) Penyelenggara : Ditjen Bina Upaya Kesehatan.

· PNPME Hematologi, dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan parameter : Hemoglobin, Lekosit, Eritrosit, Hematokrit dan Trombosit.

Hasil :

- Tahun 2012 : Siklus I dan II : hasil Baik

- Tahun 2013 : masih dalam proses evaluasi


· PNPME Kimia Klinik, dengan parameter : Total Protein, Albumin, SGOT, SGPT, Alkali Fosfatase, Gama GT, Urea, Kreatinin, Uric Acid, Glukosa, Natrium, Kalium, Klorida, Bilirubin, Kalsium, Kolesterol dan Trigliserida.

- Tahun 2012 : Siklus I dan II : hasil Sangat Baik

- Tahun 2013 : masih dalam proses evaluasi


· PNPME Urinalisis, dengan parameter : BJ, pH, Glukosa, Bilirubin, Urobilinogen, Lekosit, Keton, Protein, Nitrit, Blood dan Kehamilan.

- Tahun 2012 : Siklus I dan II : hasil Sangat Baik

- Tahun 2013 : masih dalam proses evaluasi

 

· PNPME Imunologi, dengan parameter : VDRL, HbsAg, Anti HCV dan Anti HIV.

Hasil : masih dalam proses evaluasi.


b) Penyelenggara : EQAS PT Sysmex Indonesia

Bidang Hematologi : Pelaksanaan 5 kali dalam 1 tahun dengan parameter : Red Blood Count, White Blood Count, Hemoglobin, Hematokrit dan Platelet.


c) Penyelenggara : Persatuan Dokter Spesialis - Patologi Klinik (PDS-PATKLIN)

· Bidang Hematologi :

Pelaksanaan 2 kali dalam setahun dengan parameter : WBC, RBC, HGB, PLT

Hasil :

- Tahun 2012 Siklus I dan II : hasil Baik Sekali


· Kimia Klinik : Pelaksanaan 2 kali dalam setahun dengan parameter : Total Protein, Albumin, SGOT, SGPT, Alkali Fosfatase, Gamma GT, Urea, Kreatinin, Uric Acid, Glukosa, Kolesterol, Trigliserida, Bilirubin, Natrium, Kalium, Klorida dan Kalsium.

- Tahun 2012 Siklus I dan II : hasil Baik


d) Penyelenggara : Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Badan Litbangkes Kemenkes R.I

Uji profisiensi PCR H5N1 dan H1N1.

Hasil 2012 : Score 100%.

Hasil 2013 : Score 80%

 

 

2) PME Internasional (Uji Profisiensi)

a. Uji Profisiensi Pemeriksaan Anti HIV dari NRL Australia

Hasil : Baik (sesuai rujukan) untuk Siklus 1, 2 dan 3


b. Uji Profisiensi Pemeriksaan VDRL dan TPHA dari CDC Atlanta.

Hasil : Score 100%


c. Uji Profesiensi Pemeriksaan IgM Anti Campak dan IgM Anti Rubella dari WHO-R Australia

Hasil : Score 100%


d. Uji Profisiensi Pemeriksaan Isolasi Virus Polio dari WHO.

Hasil sejak 1998 - 2013 : Score 100%


e. Uji Profisiensi Pemeriksaan Tuberculosis “First Line and Second Line Drugs Susceptibility Testing of Mycobacterium tuberculosis dari IMVS Australia

Hasil : Lulus


f. Uji Profisiensi pemeriksaan DifteriExternal quality assurance scheme for diphtheria diagnostics dari Health Protection Agency (HPA), London

Hasil : Score 100%

 

 

2) Akreditasi


ü Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya sebagai Laboratorium Penguji telah terakreditasi sebagai berikut :

1. ISO / IEC 17025 : 2005 oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada tanggal 25 September 2008 dengan Nomor Akreditasi LP-399-IDN (untuk Laboratorium Kimia Kesehatan, Mikrobiologi, Virologi, Kimia Klinik, Hematologi dan Imunologi) dan telah berhasil mempertahankan status akreditasi ISO 17025 : 2005 pada surveilans/asesmen tahun 2009-2011.


2. Tahun 2012 BBLK Surabaya lulus assesment ISO/IEC 17025:2005 pada tanggal 18 April 2013 dengan nomor akreditasi LP-299-IDN.

ü Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan manajemen melalui akreditasi ISO 9001:2008, ISO 15189:2007 serta KALK (Komite Akreditasi Laboratorium Kesehatan) dengan perincian sebagai berikut :

1. Tahun 2010 Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya telah terakreditasi ISO 9001:2008 oleh TUV Rheinland dengan nomor akreditasi Cert No. 01100106413 tanggal 17 Desember 2010.


2. Tahun 2011 Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya telah terakreditasi oleh KALK dengan nomor akreditasi 01/S/KALK-P/IX/2011 tanggal 5 September 2011. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan setiap tahun dengan melaksanakan “self assessment ” oleh tim KALK Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya.

3. Tahun 2013 Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya juga telah terakreditasi ISO 15189:2007 oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan nomor akreditasi LM-029-IDN tanggal 18 April 2013.

ü Sebagai Laboratorium Nasional Polio BBLK Surabaya juga telah diakreditasi oleh WHO sejak tahun 1998 dengan hasil  “Fully Accredited”


ü Sebagai Laboratorium Nasional Campak & Rubella BBLK Surabaya juga telah diakreditasi WHO sejak tahun 2004 dengan hasil Baik.